Cerita

KiSAH SULTAN MURAD

(SULTAN TURKI UTHMANIYYAH)
MENEMUKAN MAYAT SEORANG WALI YANG SEMASA HIDUPNYA GEMAR MEMBELI MINUMAN KERAS DAN MENDATANGI PELACUR.…!!!!!

(Mohon dibaca sampai selesai)

Di dalam buku hariannya Sultan Turki Murad IV mengisahkan, bahwa suatu malam dia merasakan keresahan yang sangat.
Ia ingin tahu apa penyebabnya.Maka ia memanggil kepala pengawalnya dan memberitahu apa yang dirasakannya.

Sultan berkata kepada kepala pengawal,
"Mari kita keluar sejenak."

Di antara kebiasaan sang Sultan adalah melakukan risikan ( blusukan )di malam hari dengan cara menyamar.

Mereka pun pergi, hingga tibalah mereka
di sebuah lorong yang sempit.
Tiba-tiba, mereka menemukan seorang laki-laki tergeletak di atas tanah. Sang Sultan pun menggerak-gerakkan lelaki itu, ternyata ia telah meninggal.

Namun orang-orang yang lalu lalang di sekitarnya tidak sedikit pun mempedulikannya.

Sultan pun memanggil mereka, mereka tak menyadari kalau orang tersebut adalah Sultan Murad.

Mereka bertanya:
"Apa yang kau inginkan?

Sultan menjawab:
"Mengapa orang ini meninggal tapi tidak ada satu pun di antara kalian yang mau mengangkat jenazahnya…????

Siapa dia…???
Di mana keluarganya…???"

Mereka berkata:
"Orang ini Zindiq, suka menegok minuman keras dan berzina.…!!!!!!!"

Sultan pun bertanya lagi:
"Tapi... bukankah ia termasuk umat Muhammad Sallallahu 'alaihi wasallam…???
Ayo angkat jenazahnya, kita bawa ke rumahnya" Mereka pun membawa jenazah laki-laki itu ke rumahnya.

Melihat suaminya meninggal,
si isterinya pun menangis. Orang-orang yang membawa jenazahnya langsung pergi, tinggallah Sultan Murad dan ketua pengawalnya.

Dalam tangisannya, isterinya berucap pada jenazah suaminya, "Semoga Allah merahmatimu wahai wali Allah.
Aku bersaksi bahawa engkau termasuk orang yang soleh."

Mendengar ucapan itu Sultan Murad pun terkejut."Bagaimana mungkin dia termasuk wali Allah sementara orang-orang membicarakan tentang dia begini dan begitu, sampai-sampai mereka tidak peduli dengan kematiannya.…?????"

Si isteri menjawab,
"Sudah ku duga pasti akan begini..."😭😭

"Setiap malam suamiku keluar rumah pergi ke toko-toko minuman keras, dia membeli minuman keras dari para penjual sejauh yang ia mampu.
Kemudian minuman-minuman itu dibawa ke rumah lalu ditumpahkannya ke dalam toilet, sambil berkata: "Aku telah meringankan dosa kaum muslimin."

"Dia juga selalu pergi menemui para pelacur, memberi mereka uang dan berkata:
"Malam ini kalian sudah dalam bayaranku, jadi tutup pintu rumahmu sampai pagi."

"Kemudian ia pulang ke rumah, dan berkata kepada ku: "Alhamdulillah, malam ini aku telah meringankan dosa para pelacur itu dan pemuda-pemuda Islam."😭😭😭😭

"Orang-orang pun hanya menyaksikan bahwa ia selalu membeli khamar dan menemui pelacur, lalu mereka menuduhnya dengan berbagai tuduhan dan menjadikannya buah mulut orang ramai ramai."

Suatu kali aku pernah berkata kepada suamiku, "Kalau kamu mati nanti, tidak akan ada kaum muslimin yang mau memandikan jenazahmu, mensolatimu dan menguburkan jenazahmu"

Ia hanya tertawa, dan berkata:
"Jangan takut, bila aku mati, aku akan disholati oleh Sultan kaum muslimin, para Ulama dan para Wali Allah."

Mendengar itu semua, Sultan Murad pun menangis dan berkata:

"Benar! Demi Allah, akulah Sultan Murad, dan besok pagi kita akan memandikannya, mensholatkannya dan menguburkannya."

Demikianlah akhirnya proses penyelenggaraan jenazah laki-laki itu dihadiri oleh Sultan Murad, para Ulama, para Wali Allah dan seluruh masyarakat.

( Kisah ini diceritakan kembali oleh Syaikh Al Musnid Hamid Akram Al Bukhary dari Mudzakkiraat Sultan Murad IV )

Hikmah yang dapat kita ambil dari kisah ini:

Jangan suka menilai orang lain dari sisi lahiriahnya saja. Atau menilainya berdasarkan ucapan orang lain. Terlalu banyak yang tidak kita ketahui tentang seseorang. Apalagi soal yang tersimpan di tepian paling jauh di dalam hatinya.

Kedepankan prasangka baik terhadap saudaramu. Boleh jadi orang yang selama ini kita anggap sebagai calon penduduk neraka, ternyata calin penghuni Firdaus yang masih melangkah di bumi.

Jadi berhentilah berprasangka buruk dan menggunjing seseorang sekalipun orang itu sangat kita kenal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BINIKU katuju dipoligami

Biografi imam Syafi'i